Untuk menghasilkan kinerja yang baik, maka perusahaan membutuhkan sistem yang  baik pula. Sistem ini bukan hanya peraturan atau standar yang terkait langsung yaitu sumber daya manusianya. Salah satu sistem manajemen yang menawarkan suatu disiplin yang memperlakukan intelektual sebagai asset yang dikelola adalah knowledge management, yang diukur dengan tiga variable yaitu personal knowledge management, job procedure, dan technology. Dalam prakteknya knowledge management  dapat menjadi guidance tentang pengelolaan intangible asset yang menjadi pilar perusahaan dalam menciptakan nilai. Perusahaan perlu mengetahui sejauh mana knowledge management berperan di dalam meningkatkan kinerja karyawan khususnya di industri perhotelan. Maka dari itu, kinerja karyawan akan diukur melalui lima criteria penilaian karyawan, yaitu : quality, quantity, timeliness, need for supervision, dan interpersonal impact.

Source : “Pengaruh Knowledge Management Terhadap Kinerja Karyawan :Studi Kasus Departemen Front  Office Surabaya Plaza Hotel”

(Knowledge Sharing Culture di Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta)

Knowledge management system merupakan strategi untuk meningkatkan efektifitas dan peluang atau kesempatan pengembangan kompetensi.

Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menumbuhkan budaya berbagi pengetahuan diantaranya :

  • Menciptakan know-how dimana setiap pegawai berkesempatan menyelesaikan tugas dan berinovasi serta peluang untuk mensinergikan pengetahuan eksternal ke dalam institusi
  • Menangkap dan mengidentifikasi pengetahuan yang dianggap bernilai dan direpresentasikan dengan cara logis
  • Penempatan pengetahuan yang baru dalam format yang mudah diakses oleh seluruh pegawai dan pejabat
  • Pengelolaan pengetahuan untuk menjamin kekinian informasi agar dapat direview untuk relevansi dan akurasinya
  • Format pengetahuan yang disediakan di portal adalah format yang user friendly agar semua pegawai dapat mengakses dan mengembangkan setiap saat

Source : http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/viewFile/1217/1011