Segera Tiba, Ancaman Badai Matahari
June 10th, 2010
Efek badai matahari 20 kali lebih besar dari efek Badai Katrina, misalnya. Ini serius.
VIVAnews – Aktivitas matahari bakal semakin aktif dan akan mengakibatkan efek negatif bagi Bumi.
Untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk, sejumlah ilmuwan matahari terkemuka berkumpul di Washington DC, AS Selasa lalu, 8 Juni 2010, untuk membahas cara terbaik melindungi satelit-satelit Bumi dan sistem vital dari badai matahari.
Badai matahari terjadi saat beberapa titik matahari meletus dan memuntahkan cipratan partikel yang bisa merusak. Aktivitas ini berlangsung dalam siklus 11 tahun sekali.
“Matahari telah bangun dari tidur panjangnya. Dan dalam beberapa tahun ke depan kita akan melihat aktivitas matahari dalam level yang lebih tinggi,” kata Kepala Divisi Heliophysics NASA, Richard Fisher, seperti dimuat laman Christian Science Monitor.
“Di saat yang sama masyarakat teknologi sedang mengembangkan kepekaan baru menghadapi badai matahari.”
Masyarakat di abad 21 sangat bergantung pada sistem berteknologi tinggi dalam kehidupan sehari-hari yang rentan pada akibat badai matahari.
Navigasi GPS, perjalanan udara, jasa keuangan dan komunikasi radio darurat semua bisa mati mendadak oleh aktivitas matahari.
Kerusakan ekonomi yang diakibatkan badai matahari diperkirakan dua puluh kali lebih besar dari Badai Katrina — demikian peringatan yang dikeluarkan National Academy of Sciences dalam sebuah laporan tahun 2008.
Untungnya, banyak kerusakan dapat diatasi jika mengetahui kapan badai akan datang. Itulah sebabnya pemahaman cuaca matahari yang lebih baik dan kemampuan untuk memberikan peringatan dini, sangat penting.
Menempatkan satelit di ‘safe mode’ dan melepaskan transformator agar dapat melindungi elektronik dari lonjakan listrik yang merusak.
“Prakiraan cuaca luar angkasa ini masih dalam pengembangan, tapi kami membuat kemajuan yang cepat,” kata Thomas Bogdan, direktur Nasional Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA).
NASA dan NOAA bekerja sama untuk mengelola armada satelit yang memantau matahari dan membantu untuk memprediksi perubahan surya.
Sepasang pesawat ruang angkasa yang disebut stereo (Solar Terrestrial Relations Observatory) ditempatkan di sisi berlawanan dari matahari, yang bisa menampilkan gabungan dari 90 persen dari permukaan matahari.
Selain itu, SDO (yang Solar Dinamika Observatory), yang baru saja diluncurkan pada bulan Februari 2010, bisa menghasilkan foto bagian aktif yang baru di permukaan matahari.
Juga, sebuah satelit tua yang disebut Advanced Komposisi Explorer (ACE), yang diluncurkan pada tahun 1997, masih memantau matahari.
“Saya percaya kami berada di ambang era baru di mana cuaca ruang angkasa dapat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari seperti cuaca bumi biasa.” kata Fisher. “Bagi kami, ini sangat serius.” (hs)
source : http://dunia.vivanews.com
Aikido
June 8th, 2010
Aikido (Bahasa Jepang: 合気道, aikidō) adalah salah satu seni beladiri asal Jepang yang diciptakan oleh Morihei Ueshiba ( 植芝 盛平 Ueshiba Morihei), yang banyak bagiannya berasal dari ilmu beladiri Daito Ryu Aiki-Jujutsu.[1] Daito Ryu Aiki-Jujutsu diciptakan pada era modernisasi Jepang yang berlangsung sekitar tahun 1800-an.
Pengajaran Aikido saat ini telah dapat ditemukan di seluruh belahan dunia dan dalam beberapa aliran, dengan penafsiran dan penekanan yang berbeda-beda atas ajaran Ueshiba. Namun, kesemuanya tetap mewarisi berbagi teknik yang sama, dan sebagian besar tetap mempertahankan keperdulian terhadap aspek keselamatan bagi pihak yang menyerang.
Sejarah
Aikido diciptakan oleh Morihei Ueshiba ( 植芝 盛平 Ueshiba Morihei, 14 Desember 1883-26 April 1969, disebut juga sebagai ousensei 大先生、翁先生 ” guru besar”),[2] yang diformulasikannya sejak akhir 1920-an sampai dengan 1930-an. Ueshiba menyusun dan mengembangkan Aikido dari berbagai koryu (seni beladiri/seni pedang lama)[3] menjadi suatu seni beladiri yang unik.[1] Dojo pertama Aikido didirikan di Tokyo dan saat ini masih ada dan bernama Aikikai Hombu Dojo.
Ueshiba menginginkan Aikido tidak hanya sebagai perpaduan seni beladiri, tetapi juga ekspresi falsafah pribadinya yang bersifat damai dan universal.[4] Seumur hidupnya, Ueshiba dan murid-muridnya telah menyebarkan Aikido dengan cara mendidik dan menciptakan praktisi beladiri ini di seluruh dunia. Ueshiba meninggal pada tanggal 26 April 1969 karena penyakit kanker,[5] namun Aikido tetap berkembang pesat setelah kematiannya.
Filsafat Aikido
Aikido menekankan harmonisasi dan keselarasan antara energi ki (気, prana) individu dengan ki alam semesta. Kata “aikido” berasal dari tiga huruf kanji:
Seni beladiri ini juga menekankan pada prinsip kelembutan dan bagaimana untuk mengasihi serta membimbing lawan.[6] Prinsip ini diterapkan pada gerakan-gerakannya yang tidak menangkis serangan lawan atau melawan kekuatan dengan kekuatan tetapi “mengarahkan” serangan lawan untuk kemudian menaklukkan lawan tanpa ada niat untuk mencederai lawan.
Teknik
Berbeda dengan beladiri pada umumnya yang lebih mengutamakan pada latihan kekuatan fisik dan stamina, Aikido lebih mendasarkan latihannya pada penguasaan diri dan kesempurnaan teknik. Teknik-teknik yang digunakan dalam Aikido kebanyakan berupa teknik elakan, kuncian, lemparan, bantingan.[3] Sementara teknik-teknik pukulan maupun tendangan dalam praktiknya jarang digunakan. Falsafah yang mendasari Aikido, yaitu kasih dan konsep mengenai ki, membuat Aikido menjadi suatu seni beladiri yang unik. Secara umum Aikido dapat golongkan sebagai beladiri kuncian dan pergumulan (Inggris: grappling).[3]
Dalam Aikido ini juga tidak mengenal sistem kompetisi atau pertandingan, seperti beladiri-beladiri lainnya. Namun sistem kompetisinya lebih bersifat embukai (peragaan teknik).
Aikido juga mendapatkan pengaruh dari seni beladiri tradisional Jepang Kenjutsu[6] dan Jujutsu. Pengaruh Kenjutsu tampak dalam pengaturan gerakan gerakan atau langkah langkah kaki. Sedangkan pengaruh Jujutsu tampak dalam penggunaan teknik kuncian dan lemparan.
Hingga saat ini Aikido juga banyak memiliki banyak cabang-cabang “teknik” (Inggris: style) yang juga memperkaya teknik-teknik yang tidak meninggalkan teknik dasarnya. Aliran Nisyo misalnya lebih menekankan style teknik-tekniknya kepada pedang (bokken) dan tongkat (jo). Sedangkan aliran Iwama[7] lebih menekankan teknik-tekniknya kepada kecepatan dalam mengatasi serangan lawan (nage).
Sistem Tingkatan pada Aikido
Sistem tingkatan yang harus dilalui oleh seorang praktisi Aikido hampir sama dengan yang digunakan oleh seni beladiri asal Jepang lainnya, yaitu sistem Kyu (mudansha, tidak memiliki dan) untuk tingkat dasar dan Shodan (yūdansha, memiliki dan = ahli) untuk tingkat mahir.
Praktisi yang berada di tingkat kyu 6 sampai kyu 4 menggunakan tanda berupa sabuk yang berwarna putih, sementara praktisi yang mencapai tingkatan kyu 3 sampai 1 menggunakan sabuk berwarna cokelat. Adapula dojo yang menerapkan sabuk kyu 6 sampai 1 tetap berwarna putih. Shodan adalah tingkatan yang selanjutnya; praktisi yang mencapai tingkatan ini ditandai dengan sabuk yang berwarna hitam serta aksesoris tambahan berupa celana panjang bernama hakama.[6] Celana seperti ini biasa dipakai oleh para samurai pada zaman dahulu.
Morihei Ueshiba
June 8th, 2010
mungkin ga banyak yang tahu siapa Morihei Ueshiba,, beliau adalah founder dari beladiri Aikido, bela diri yang berasal dari Jepang.
Berikut ini adalh biografi singkatnya. Sumber :Wikipedia.
Morihei Ueshiba (植芝 盛平 Ueshiba Morihei?, lahir di Tanabe, Wakayama, Jepang, 14 Desember 1883 – meninggal di Iwama, Ibaraki, 26 April 1969 pada umur 85 tahun)Jepang Aikido. Di kalangan murid aikido (aikidoka), ia dipanggil Kaiso (Pendiri), atau Osensei (Guru Besar). Keponakannya yang bernama Noriaki Inoue menjadi pendiri seni bela diri shin’ei taido yang serupa dengan aikido. adalah pendiri seni bela diri.
Morihei Ueshiba dilahirkan pada tahun 1883 sebagai putra keluarga petani di Tanabe, Prefektur Wakayama.
Ia bersekolah di Sekolah Menengah Tanabe (sekarang Sekolah Menengah Pertama-Atas Negeri Tanabe Prefektur Wakayama) namun tidak tamat. Setelah sempat bekerja di kantor pajak, ia membuka toko grosir alat-alat tulis. Sambil berdagang, ia belajar seni bela diri kitō-ryū dan kenjutsu shinkage-ryū. Sewaktu mengikuti wajib militer, ia ikut serta dalam Perang Rusia-Jepang. Sekitar waktu itu pula, ia belajar mendalami seni bela diri yagyū shingan-ryū di dojo pimpinan Masakatsu Nakai.[rujukan?] Setelah selesai wajib militer, Ueshiba pindah ke Hokkaido untuk menjadi petani perintis yang membuka lahan pertanian di Desa Shirataki, Distrik Monbetsu (sekarang Engaru, Hokkaido). Sambil juga bertugas sebagai penyuluh pertanian di desa para perintis, ia mengundang Takeda Sōkaku untuk mengajarinya belajar Daitō-ryū Aiki-jūjutsu.
Ueshiba kembali ke kampung halaman pada tahun 1917 setelah mendengar ayahnya dalam keadaan kritis. Setelah itu, ia menjadi pemeluk Oomoto, dan pindah ke Ayabe di Kyoto. Dojo bernama Ueshiba Juku dibukanya pada tahun 1919. Sekitar tahun 1922, Wanisaburo Deguchi menamakan bela diri yang diciptakan Ueshiba sebagai Aikibudō. Bersama Noriaki Inoue, ia mengajarkan seni bela diri tersebut di kalangan penganut Oomoto. Pada Februari 1924, ia berangkat ke luar negeri sebagai pengawal Wanisaburo Deguchi ke Mongolia untuk menggantikan Noriaki Inoue yang sakit keras.
Setelah pinda ke Tokyo pada 1926, Ueshiba bersama Noriaki mengajarkan Aikibudō kepada tokoh-tokoh militer dan usahawan. Di antara muridnya terdapat Laksamana Madya Masayasu Asano dan Laksamana Isamu Takeshita dari Angkatan Laut Kekaisaran Jepang.[rujukan?]
Setelah terjadi Peristima Oomoto, Aikibudō memisahkan diri dari Oomoto. Atas usaha sendiri, Ueshiba mendirikan bela diri Kōbukai (皇武会 ?). Setelah berganti nama beberapa kali, dojo bernama Kōbukan dibukanya tahun 1931 di Shinjuku, Tokyo. Pada 1940, Yayasan Kobukan (Isamu Takeshita menjabat direktur pertama) mendapat pengakuan dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Jepang. Pada 9 Februari 1948, seni bela diri yang dirintisnya diganti nama menjadi Aikikai (Aikibudō diteruskan oleh Noriaki Inoue).
Pada 1969, Ueshiba meninggal dunia, dan dimakamkan di Tanabe, Wakayama.
Kuburan Abad Ke-18 Terbesar Ditemukan
June 8th, 2010
Tim peneliti arkeologi menemukan kuburan manusia abad ke-18 terbesar di Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kuburan itu berupa 52 tajau atau guci berisi kerangka manusia, tiga kerangka masih utuh. Ketua Tim Penelitian Penguburan Tajau Sangasanga Bambang Sugiyanto kepada pers, Sabtu (5/6/2010), mengatakan, kuburan tajau, guci, atau martavan ini sudah ada pada abad ke-18 dan menjadi terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia. Guci itu bermotif ukiran Tiongkok dari abad ke-16 sampai abad ke-18. Piring berasal dari abad ke-18. Sampel tulang dan tanah dikirim ke laboratorium di Jakarta untuk menentukan umur kuburan dan jenis ras manusia. Tiga guci yang utuh kini diamankan di Museum Merah Putih Sangasanga. Sisanya pecah berkeping-keping dan ditimbun kembali untuk sewaktu-waktu dibongkar guna penelitian lanjutan. Setiap guci berisi kerangka satu individu tanpa harta benda. Kerangka dalam guci merupakan pola penguburan sekunder pada tradisi Dayak. Sekunder berarti jenazah dikubur dalam tanah sampai saat dipindahkan ke dalam guci dengan ritual adat. Jumlah individu dalam guci menggambarkan jumlah minimal hewan yang dikurbankan. Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Samarinda Edi Tri Haryantoro meminta Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengamankan status tanah lokasi penggalian. Sangasanga dikenal sebagai kawasan peninggalan Belanda. Di sana ada perumahan pegawai perusahaan minyak dan pompa angguk abad ke-19. Di sana terjadi pertempuran antara Indonesia dan Belanda pada awal masa kemerdekaan.
Meksiko Miliki Dinosaurus Tanduk Panjang
June 7th, 2010
Tim peneliti yang terdiri dari para ahli paleontologi Universitas Utah dan Museum Sejarah Alam Utah, Amerika Serikat, menemukan spesies baru dinosaurus yang disebut Coahuilaceratops magnacuerna. Dinosaurus itu diperkirakan hidup sekitar 72 juta tahun lalu di sekitar Meksiko hingga bagian barat Amerika Utara.
Para ahli memperkirakan, dinosaurus itu panjangnya sekitar 22 kaki atau 6,7 meter, tinggi sekitar dua meter dan beratnya sekitar 4,5 ton. Uniknya, di bagian kepala, tepat di atas mata dinosaurus itu terdapat tanduk yang panjangnya sekitar 122 sentimeter. ”Tanduk ini merupakan yang terpanjang untuk jenis dinosaurus,” Mark Loewen, ahli paleontologi dari Museum Sejarah Alam Utah.
Para peneliti menemukan fosil hewan pemakan tumbuhan ini di lapisan batuan formasi Cerro del Pueblo, di Gurun Coahuila, Meksiko. Ekspedisi dan penelitian intensif untuk mencari jejak Coahuilaceratops magnacuerna sudah dilakukan sejak 2002 hingga 2003 lalu di Gurun Coahuila. Penelitian ini didanai National Geographic Society dan Universitas Utah, Amerika Serikat.
”Penemuan ini sangat penting dan menambah pengetahuan kita tentang dinosaurus yang hidup di Meksiko. Penemuan ini juga sekaligus menjadi elemen penting dalam mengungkap misteri kuno benua pulau ini,” kata Scott Sampson dari Museum Sejarah Alam Utah. Rencananya, spesies dinosaurus bertanduk ini akan dipublikasikan dalam buku New Perspectives on Horned Dinosaurus yang diluncurkan pekan depan.
Source : Kompas.com
Prime Number
June 2nd, 2010
2.750 – jumlah puing-puing yang mengorbiti bumi yang disebabkan aktifitas luar angkasa China.
4.350 – jumlah puing-puing yang mengorbiti bumi yang disebabkan aktifitas luar angkasa Rusia dan Uni Soviet
4.280 – jumlah puing-puing yang mengorbiti bumi yang disebabkan aktifitas luar angkasa Amerika.
1.247 – jumlah puing-puing yang mengorbiti bumi yang disebabkan aktifitas luar angkasa Negara-negara lain.
12.627 – Total jumlah puing-puing ampas aktifitas luar angkasa, yang mengorbiti bumi, sehingga meningkatkan kesuliatan pesawat luar angkasa berikutnya ketika akan meninggalkan bumi.
1:8 – Perbandingan jumlah air dan pasir yang paling baik utnuk membuat kastil pasir.
36,96 – Perkiraan jumlah gallon air yang diperlukan untuk menanam, memproduksi, mengemas, dan mengirimkan biji kopi yang diperlukan untuk membuat secangkir kopi.
633,6 – Jumlah gallon air yang digunakan untuk membuat sepotong hamburger.
Source : Media Kawasan – June 2010
Memupuk Laut dengan Tinja Paus
June 2nd, 2010
Para ilmuan Australia menemukan sebuah unsure yang tak terduga dalam upaya memerangi perubahan iklim : tinja ikan paus !
Para ahli dari Australia Antarctic Division menemukan bahwa tinja ikan paus – yang sebagian berasal dari krill yang dikonsumsi oleh mamalia laut raksasa itu – efektif dalam memupuk air laut.
“Ketika paus memakan krill yang kaya akan zat besi, mereka mengeluarkan kembali sebagian zat besi itu ke dalam air, dan karenanya menyuburkan laut dan memulai siklus ranta makanan,” kata ilmuwan Steve Nicol.
Riset menunjukan bahwa tinja paus dapat membantu pertumbuhan tanaman laut, dan karenanya meningkatkan kemampuan laut untuk menyerap karbon dioksida, salah satu penyebab pemanasan global.
Zat besi adalah unsure yang penting dalam kehidupan tanaman laut, algae, yang menghisap karbon dioksida ketika mereka bertumbuh. “Sepertiga dari lautan dunia mengandung zat besi dalam jumlah rendah,” kata periset pada Antarctic Climate Research Center.
Setiap harinya paus mengonsumsi beberapa ton krill, suatu spesies mirip udang kecil, dan mereka kembali ke laut berupa tinja cair cokelat kemerahan dari mamalia raksasa ini.
Meskipun periset sudah menduga bahwa tinja paus mengandung zat besi, mereka terkejut menemukan konsentrasi yang demikian tinggi, yaitu sekitar 10 juta kali dibanding air laut Antartika.
Persian
June 2nd, 2010
Di Persia, seorang pria lebih diharapkan untuk menikah dengan wanita yang berasal dari status social yang sama dengan dirinya. Namun demikian, bila ia menginginkan untuk menikahi seseorang dar strata social yang lebih rendah darinya, ia dapat ‘menyewa’ sang gadis untuk menjadi istrinya dalam jangka waktu 99 tahun. Hal ini diungkapkan Stepen Arnott, penulis buku “Eating Your Aunntie is Wrong”.
Source : Media Kawasan – June 2010
Mata Dunia Terbesar
June 2nd, 2010
Chilli memenangkan hak untuk menjadi tuan rumah bagi teleskop terbesar yang pernah ada, kata European Southern Observatory (ESO) yang bermarkas di Munich, dan menyebut sarana itu sebagai “the world’s biggest eye in the sky”.
Telesko baru ini, European Extremely Large Telescope (ELT), akan mulai dibangun bulan Desember 2011, biayanya diperkirakan 1,3 miliar dollar. Proyek ini melputi pembuatan sebuah teleskop yang sangat besar dengan cermin bergaris tengah 42 meter – hamper sebesar kolam renang ukuran Olimpiade. Teleskop ini akan memungkinkan pengintipan optikal dan inframerah ke langit.
Menurut ESO, suatu agensi riset astronomi antar-pemerintah, ELT bisa sama revolusinya dengan teleskop Galileo 400 tahun lalu yang menemukan bahwa matahari – dan bukan bumi – adalah pusat semesta kita.
Para penganjurnya mengatakan bajwa gunung Amazones, dengan ketinggian 3.060 meter di atas permuakaan laut, di utara gurun Chili adalah tempat yang sempurna karena pada 320 malam dalam setahun, langitnya bebas dari awan. Daerah ini memiliki kelembaban yang sangat rendah dan juga bebas dari berbagai badai.
Source : Media Kawasan – June 2010
teknologi baru dari google..
March 6th, 2010
hhmmm, satu lagi teknologi baru yang dikembangkan oleh google….
namanya goggles, google goggles merupakan aplikasi baru yang bisa digunakan di ponsel dengan sistem android.
Aplikasi ini bahkan bisa melakukan pencarian berdasarkan gambar (bukan kata2) seperti biasanya kita search di google.
Jadi misalnya, wakut kita lagi jalan2 ke monas, lalu hanya dengan mengambil gambar monas dan klik “search”, maka aplikasi ini akan mencari berdasarkan gambar atau foto yang ada.
Aplikasi Goggles tidak hanya digunakan untuk mengidentifikasi gambar atau foto sebuah gedung tetapi juga mampu menerjemahkan bahasa asing. Aplikasi ini bekerja dengan memakai teknologi mesin penerjemah milik google serta kemampuan mengenal foto.
Jadi, jika suatu saat pengguna menemukan teks bahasa asing, dia hanya perlu membidikan kamera ke teks tersebut dan google goggles akan menerjemahkannya dari hasil jepretan tadi.
“Prototipe ini mengkoneksikan kamera ponsel dengan optical character recognation (OCR) untuk menerjemahkan foto ke dalam teks terjemahan dalam 52 bahasa yang didukung Google Translete,” jelas Google. Namun sayangny, untuk saat ini, aplikasi tersebut baru menyediakan terjemahan Jerman – Inggris.